Panduan budidaya padi rendah emisi yang ditulis untuk kondisi lahan, iklim, dan petani di Jawa Timur.
Langkah demi langkah mengisi kalkulator emisi, membaca hasilnya, dan contoh hitungan satu hektar sawah di Jawa Timur.
Cara menerapkan Alternate Wetting and Drying dengan pipa pantau, kapan sawah boleh dikeringkan, dan fase yang wajib tergenang.
Pilihan memanfaatkan jerami di lahan sendiri, termasuk keterkaitannya dengan peternakan sapi yang kuat di Jawa Timur.
Mengapa kelebihan urea merugikan kantong dan lingkungan, serta cara memperbaiki dosis dan waktu pemberian pupuk.
Memahami musim tanam I, II, dan III, serta cara menyesuaikan jadwal tanam dengan pola hujan dan jaringan irigasi setempat.
Pertimbangan memilih varietas untuk sawah irigasi, rawan banjir, kering, dan lahan salin di pesisir.
Pengendalian hama terpadu: pengamatan rutin, musuh alami, tanam serempak, dan penggunaan pestisida sebagai pilihan terakhir.
Langkah menghadapi musim kemarau panjang atau El NiƱo: pompa, embung, pergiliran air, hingga beralih ke palawija.
Perbedaan GKP, GKG, dan beras, bagaimana kadar air memengaruhi harga, serta tips waktu dan cara menjual hasil panen.
Traktor, transplanter, dan combine harvester mempercepat kerja; begini cara menggunakannya agar hemat bahan bakar.
Menggabungkan praktik hemat air, pemupukan tepat, dan pencatatan data agar kelompok tani siap menghadapi perubahan iklim.
Gambaran peran Jawa Timur sebagai lumbung padi nasional dan dari mana emisi gas rumah kaca di sawah berasal.