Kekurangan tenaga kerja di desa dan tuntutan panen tepat waktu mendorong banyak petani Jawa Timur memakai alat dan mesin pertanian (alsintan): traktor roda dua dan empat, rice transplanter, mesin perontok, hingga combine harvester. Mesin mempercepat pekerjaan dan menekan susut hasil, tetapi juga menambah pengeluaran bahan bakar dan emisi CO2. Dengan pengelolaan yang baik, keduanya bisa ditekan.
Berapa emisi dari solar?
Pembakaran satu liter solar melepas sekitar 2,68 kg CO2. Kalkulator ADIPA memakai angka ini. Sebagai contoh, sawah yang menghabiskan 50 liter solar per musim melepas sekitar 134 kg CO2 dari bahan bakar saja. Angka ini jauh lebih kecil dibanding metana dari genangan (lihat contoh hitungan lengkap), tetapi penghematan solar langsung menghemat uang Anda.
Tujuh cara menghemat solar
- Rawat mesin berkala. Filter udara dan bahan bakar yang bersih, oli sesuai jadwal, dan tekanan ban yang tepat menjaga konsumsi tetap efisien.
- Gunakan mesin sesuai kapasitas. Traktor terlalu kecil bekerja berat dan boros; terlalu besar untuk petak kecil juga tidak efisien.
- Atur bentuk dan ukuran petak. Petak berbentuk persegi panjang dengan jalur lurus mengurangi putaran dan waktu manuver.
- Olah tanah seperlunya. Pengolahan tanah minimum atau tanpa olah tanah (TOT) dapat menurunkan pemakaian solar bila sesuai dengan kondisi lahan dan gulma.
- Hindari mesin menyala saat tidak bekerja. Mesin idle tetap membakar solar.
- Bekerja pada kondisi tanah yang tepat. Tanah terlalu basah dan lengket membuat roda selip dan boros bahan bakar.
- Pakai bergilir lewat UPJA. Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) atau brigade alsintan membuat mesin dipakai optimal, bukan menganggur di rumah.
Menghitung untung-rugi mesin
Sebelum membeli atau menyewa mesin, hitung secara sederhana:
- Biaya tetap: penyusutan, bunga atau cicilan, asuransi, dan tempat penyimpanan.
- Biaya variabel: bahan bakar, oli, perawatan, suku cadang, operator.
- Manfaat: tenaga kerja yang dihemat, waktu yang dipangkas, penurunan susut panen (combine harvester biasanya menekan kehilangan hasil dibanding panen manual), dan pendapatan tambahan dari jasa sewa.
Mesin yang hanya dipakai beberapa hari setahun di lahan kecil sering lebih hemat bila disewa. Sebaliknya, kelompok tani yang menggunakan mesin bersama dapat menekan biaya per hektar.
Panen dengan mesin dan kaitannya dengan jerami
Combine harvester meninggalkan jerami tercacah di lahan. Ini peluang sekaligus tantangan: jerami harus dikelola agar tidak dibakar dan tidak memicu metana saat digenangi. Baca panduan pengelolaan jerami untuk pilihan yang cocok.
Bantuan dan pembiayaan
Pemerintah pusat dan daerah rutin menyalurkan bantuan alsintan kepada kelompok tani. Pastikan kelompok Anda terdaftar dan memiliki pengurus yang aktif. Selain itu terdapat skema kredit usaha rakyat (KUR) dan pembiayaan lain; tanyakan persyaratan terbaru ke bank penyalur atau Dinas Pertanian, dan jangan meminjam melebihi kemampuan membayar.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti rekomendasi penyuluh pertanian atau instansi berwenang. Sesuaikan dengan kondisi lahan Anda dan baca juga disclaimer kami. Menemukan kekeliruan? Beri tahu kami.