Kekeringan hampir selalu datang setiap kemarau di sebagian Jawa Timur, dan pada tahun-tahun El Niño dampaknya lebih parah. Wilayah seperti Bojonegoro, Tuban, Lamongan bagian selatan, Madura, dan sebagian Tapal Kuda sering mengalami kekurangan air untuk padi. Artikel ini merangkum langkah yang bisa disiapkan petani dan kelompok tani sebelum, saat, dan sesudah musim kering.
Sebelum kemarau: bersiap lebih awal
- Pantau prakiraan iklim. BMKG merilis prakiraan musim dan informasi ENSO secara berkala. Jika kemarau diprakirakan lebih kering dari normal, rencanakan pola tanam yang tidak bergantung pada air sampai akhir.
- Periksa sumber air. Cek debit saluran irigasi, kondisi sumur dangkal, embung, dan waduk setempat. Bicarakan dengan pengurus P3A tentang jadwal giliran air.
- Perbaiki saluran dan pematang. Saluran bocor dan pematang yang retak menghilangkan banyak air sebelum sampai ke tanaman.
- Siapkan benih yang cocok. Pilih varietas berumur genjah atau toleran kekeringan bila tanam padi tetap dilakukan di musim gadu.
Saat air terbatas: gunakan sehemat mungkin
- Terapkan irigasi berselang. Pengairan AWD dapat mengurangi kebutuhan air tanpa mengorbankan hasil jika dilakukan dengan benar. Tetap jaga air saat berbunga.
- Prioritaskan fase kritis. Bila air hanya cukup untuk sebagian, utamakan fase anakan maksimum, bunting, dan berbunga.
- Gunakan mulsa jerami di lahan palawija untuk menahan penguapan.
- Bagi air secara adil. Giliran air disepakati bersama; pencurian air memicu konflik dan merugikan seluruh hamparan.
- Pompa seefisien mungkin. Pilih pompa yang sesuai debit dan tinggi angkat, rawat filter dan selang, serta nyalakan pada jam yang tepat. Pompa solar menghasilkan CO2 (sekitar 2,68 kg per liter solar), sehingga efisiensi menghemat uang sekaligus emisi.
Beralih ke palawija ketika air tidak cukup
Jika air hanya mencukupi sebagian kecil kebutuhan padi, menanam palawija sering lebih aman:
- Jagung: butuh air lebih sedikit dan pasarnya luas di Jawa Timur.
- Kedelai dan kacang hijau: umur pendek, cocok setelah panen padi dengan sisa kelembapan tanah.
- Sayuran tertentu seperti cabai atau bawang merah di lahan yang air sumurnya terjamin; namun risiko harga dan hama lebih tinggi, sehingga perlu perencanaan.
Infrastruktur skala kecil yang membantu
- Embung dan kolam penampung menyimpan air hujan untuk dipakai saat kering.
- Sumur dangkal atau sumur pantek dengan pompa kecil untuk irigasi suplemen.
- Sistem tetes atau curah untuk tanaman bernilai tinggi.
- Pemanenan air hujan dari atap bangunan dan jalan desa ke tampungan komunal.
Pembangunan dan perawatan sarana ini lebih mudah dilakukan lewat kelompok tani, desa, atau bantuan program pemerintah daerah. Tanyakan ke Dinas Pertanian tentang program yang tersedia.
Asuransi dan antisipasi risiko
Pemerintah menyediakan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang melindungi dari gagal panen akibat kekeringan, banjir, dan serangan hama tertentu. Syarat, premi, dan kuota dapat berubah; tanyakan ke penyuluh atau Dinas Pertanian setempat. Simpan juga catatan biaya dan jadwal tanam sebagai bukti bila terjadi kerugian.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti rekomendasi penyuluh pertanian atau instansi berwenang. Sesuaikan dengan kondisi lahan Anda dan baca juga disclaimer kami. Menemukan kekeliruan? Beri tahu kami.