Wereng batang cokelat (WBC), penggerek batang, tikus, dan keong mas adalah gangguan yang akrab bagi petani padi di Jawa Timur. Respons paling cepat sering kali menyemprot pestisida. Namun penyemprotan berlebihan justru dapat membunuh musuh alami wereng, memicu ledakan populasi berikutnya, dan menambah biaya. Pendekatan yang dianjurkan adalah Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Prinsip PHT
- Budidaya tanaman sehat. Tanaman yang tumbuh sehat lebih tahan serangan.
- Pelestarian musuh alami. Laba-laba, kumbang predator, dan parasitoid menekan populasi wereng secara alami.
- Pengamatan rutin. Petani memantau lahan tiap minggu, mengambil keputusan berdasarkan kondisi nyata.
- Petani sebagai ahli di lahannya sendiri. Keputusan dibuat setelah menganalisis pengamatan.
Wereng batang cokelat
WBC mengisap cairan batang di pangkal tanaman. Serangan berat menyebabkan tanaman mengering seperti terbakar ("hopperburn") dan dapat menularkan penyakit virus kerdil. Tindakan yang dianjurkan:
- Tanam serempak dan atur pola tanam agar wereng tidak mendapat makanan sepanjang tahun.
- Gunakan varietas tahan sesuai anjuran setempat dan lakukan pergiliran varietas.
- Hindari pupuk N berlebihan; tanaman yang terlalu hijau menarik wereng.
- Atur jarak tanam misalnya sistem jajar legowo agar sirkulasi udara baik dan pengamatan mudah.
- Amati pangkal batang: goyangkan rumpun di atas telapak tangan atau papan, lalu hitung wereng yang jatuh. Ambang kendali ditetapkan penyuluh setempat; jangan menyemprot hanya karena melihat satu-dua ekor.
- Bila harus memakai insektisida, pilih yang terdaftar dan dianjurkan untuk wereng, arahkan semprotan ke pangkal batang, dan ikuti dosis label.
Penggerek batang
Gejala berupa "sundep" pada fase vegetatif dan "beluk" pada fase generatif. Pengendalian dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur saat persemaian, memotong tunggul jerami setelah panen, dan menggunakan perangkap feromon bila tersedia.
Tikus sawah
Tikus adalah hama yang menyebabkan kerugian besar di banyak wilayah. Pengendaliannya paling efektif dilakukan serempak dan sejak dini: gropyokan bersama, pembersihan semak di pematang, pemasangan bubu perangkap, serta pelestarian predator alami seperti burung hantu (Tyto alba) dengan rumah burung hantu (rubuha).
Keong mas
Keong mas merusak bibit muda. Pasang saringan di saluran masuk air, kumpulkan keong dan telurnya (merah muda), dan pertahankan genangan dangkal pada awal tanam hanya sesuai kebutuhan.
Pestisida: pilihan terakhir
- Pakai hanya produk yang terdaftar resmi untuk padi.
- Gunakan alat pelindung diri: masker, sarung tangan, baju lengan panjang.
- Jangan mencampur sembarangan dan jangan menyemprot saat angin kencang atau akan hujan.
- Jangan membuang sisa dan kemasan ke saluran air atau sungai.
Penyakit padi yang perlu diwaspadai
- Blas (Pyricularia oryzae) menimbulkan bercak belah ketupat pada daun dan dapat menyerang leher malai. Kelembapan tinggi dan pupuk N berlebihan memicunya. Gunakan varietas yang lebih tahan, atur pupuk, dan ikuti anjuran fungisida bila diperlukan.
- Hawar daun bakteri (kresek) membuat daun mengering dari ujung dan tepi. Sering muncul setelah banjir atau hujan lebat disertai angin. Perbaiki drainase dan jangan memupuk N berlebihan.
- Virus kerdil rumput dan kerdil hampa ditularkan wereng. Cabut dan benamkan rumpun terinfeksi sejak dini serta kendalikan wereng.
Jadwal pengamatan mingguan yang sederhana
- Pilih 5–10 titik acak (bukan hanya di pinggir pematang) dalam satu petak.
- Periksa pangkal batang, daun, dan malai. Catat jenis dan jumlah hama atau gejala.
- Catat juga keberadaan musuh alami seperti laba-laba dan kumbang predator.
- Diskusikan hasil dengan kelompok tani dan POPT atau penyuluh sebelum memutuskan tindakan.
- Simpan catatan setiap minggu supaya Anda dapat melihat tren dari musim ke musim.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti rekomendasi penyuluh pertanian atau instansi berwenang. Sesuaikan dengan kondisi lahan Anda dan baca juga disclaimer kami. Menemukan kekeliruan? Beri tahu kami.